Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60
BeritaDKI JakartaHeadline

Mahasiswa Soroti Efek Domino Kenaikan Harga Pertamax, Khawatir Bebani Masyarakat

25
×

Mahasiswa Soroti Efek Domino Kenaikan Harga Pertamax, Khawatir Bebani Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID DKI JAKARTA | Kenaikan harga Pertamax kembali menuai perhatian dari berbagai kalangan.

Sejumlah mahasiswa menilai bahwa dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengguna langsung, tetapi juga berpotensi memunculkan efek domino yang memengaruhi mobilitas masyarakat dan kondisi ekonomi secara lebih luas.

Menurut hasil wawancara, kenaikan harga Pertamax dikhawatirkan mendorong sebagian pengguna untuk beralih ke Pertalite yang harganya lebih terjangkau. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi Pertalite di sejumlah daerah dan memicu antrean yang lebih panjang di SPBU.

Salah satu mahasiswa, Galang Hikmal (GH) – Wakil Eksternal BEM FEB UNJ, menilai bahwa kenaikan harga Pertamax dapat mengubah pola konsumsi bahan bakar masyarakat.

“Ketika selisih harga semakin jauh, sebagian masyarakat kemungkinan akan memilih beralih ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran. Jika perpindahan pengguna cukup besar, saya khawatir antrean di SPBU menjadi lebih panjang dan ketersediaan Pertalite di beberapa wilayah menjadi lebih rentan mengalami kekosongan sementara,” ujarnya.

Selain persoalan antrean, Ahmad juga menyoroti kemungkinan meningkatnya beban distribusi dan operasional yang pada akhirnya berdampak pada masyarakat sebagai konsumen.

Sementara itu, Maulid Maulana (MM) – Kepala Departemen Sosial Politik BEM FEB UNJ, berpendapat bahwa kenaikan harga Pertamax tidak dapat dipandang hanya sebagai isu bahan bakar semata.

“Dampaknya bisa berantai. Pertama, ada potensi perpindahan pengguna ke Pertalite sehingga antrean bertambah. Kedua, biaya operasional kendaraan yang tetap menggunakan Pertamax meningkat. Ketiga, kenaikan biaya transportasi dan distribusi dapat memengaruhi harga barang maupun jasa. Pada akhirnya masyarakat yang menanggung dampaknya melalui meningkatnya biaya hidup,” jelasnya.

Menurut Maul, mahasiswa termasuk kelompok yang cukup sensitif terhadap perubahan ekonomi karena sebagian besar masih bergantung pada kiriman orang tua atau bantuan pendidikan. Apabila harga kebutuhan sehari-hari ikut mengalami penyesuaian, maka daya beli mahasiswa juga dapat terpengaruh.

Para mahasiswa berharap pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek harga bahan bakar, tetapi juga dampak lanjutan yang mungkin muncul di masyarakat. Mereka menilai perlu adanya langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan BBM, mencegah lonjakan antrean di SPBU, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi efek domino yang semakin membebani masyarakat.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60