Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKabupaten Penukal Abab Lematang IlirSumatera Selatan

Refleksi 1 Muharam 1448 H: Firdaus Hasbullah Serukan ‘Hijrah’ sebagai Energi Perubahan PALI

30
×

Refleksi 1 Muharam 1448 H: Firdaus Hasbullah Serukan ‘Hijrah’ sebagai Energi Perubahan PALI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALI, SUMSEL | Kalender Hijriah baru saja menapak angka 1448 H. Namun, bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah, SH, MH, pergantian tahun ini bukanlah sebuah ritual pergantian angka yang dingin. Ia adalah sebuah “jeda sunyi” yang menuntut keberanian untuk menatap cermin, mengakui kekurangan, dan mengobarkan api perbaikan yang lebih nyata.

Dalam pesan reflektif yang dirilis Senin (15/6/2026), Firdaus melontarkan kritik halus sekaligus tantangan bagi seluruh elemen di Kabupaten PALI. Baginya, Tahun Baru Islam tidak boleh berhenti pada ucapan “Selamat” yang tersebar di ruang digital. Ia menuntut sebuah transisi kesadaran: dari kepasifan menuju tanggung jawab sosial yang kolektif.

Hijrah sebagai Manifesto Perubahan

Firdaus mengingatkan bahwa peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW bukan sekadar perpindahan geografis. Itu adalah perpindahan filosofis—sebuah eksodus dari keterbelakangan menuju peradaban, dari perpecahan menuju persatuan yang kokoh.

“Hijrah hari ini adalah keberanian untuk menantang status quo. Berani memperbaiki tata kelola, berani mengakui kesalahan, dan berani menempatkan kepentingan rakyat di atas ego sektoral maupun pribadi,” ujar Firdaus.

Di tengah deru tantangan zaman yang kian kompleks—mulai dari disparitas ekonomi hingga tuntutan kualitas pelayanan publik—Firdaus menegaskan bahwa daerah yang tengah tumbuh seperti PALI tidak bisa hanya mengandalkan beton dan semen.

“Pembangunan yang sesungguhnya harus menyentuh jiwa. Kita tidak sedang membangun daerah dengan infrastruktur mati, kita sedang membangun masyarakat dengan akhlak yang hidup,” tambahnya.

Mengikis Budaya Saling Menyalahkan

Dalam bahasa yang tajam, Firdaus menyoroti retaknya solidaritas sosial yang sering kali dipicu oleh perbedaan kepentingan. Ia dengan tegas menyerukan penghentian “budaya saling menyalahkan” yang menurutnya hanya akan menjadi beban sejarah.

“Mari kita tinggalkan residu konflik di tahun 1447 H. Tahun 1448 H adalah waktu yang tepat untuk berhijrah dari sikap pesimis menuju optimisme. Dari cara kerja yang penuh sekat menuju kolaborasi yang inklusif,” seru Firdaus.

Ia pun menempatkan dirinya dan jajaran DPRD PALI dalam posisi yang menuntut tanggung jawab moral. Baginya, kursi jabatan bukanlah singgasana kekuasaan, melainkan meja kerja untuk memenuhi amanah rakyat.

“Politik di tahun ini harus menjadi jalan pengabdian. Jika politisi hanya sibuk dengan perebutan kepentingan, maka mereka telah mengkhianati esensi hijrah itu sendiri,” tegasnya.

Seruan untuk Masa Depan

Pesan Firdaus ditutup dengan sebuah ajakan yang menyentuh nurani. Ia berharap setiap warga PALI menjadikan 1 Muharram sebagai momentum “reset” kesadaran. Bahwa setiap tarikan napas dan detik waktu yang tersisa adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih berdaya guna.

Dengan visi PALI yang religius, maju, dan berkeadilan, Firdaus Hasbullah menutup refleksinya dengan sebuah harapan besar: agar semangat hijrah tidak hanya menjadi jargon tahunan, melainkan energi yang menggerakkan setiap sendi kehidupan masyarakat di Bumi Serepat Serasan.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60