Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKota PalembangSumatera Selatan

“Belum Merdeka dari Asap”: Rawang ID Gelar Aksi Kreatif di Jembatan Ampera

19
×

“Belum Merdeka dari Asap”: Rawang ID Gelar Aksi Kreatif di Jembatan Ampera

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALEMBANG, SUMSEL | Semarak Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, Minggu (9/8/2026), diwarnai aksi kreatif aktivis lingkungan dari NGO Rawang ID.

Mengusung tema “Belum Merdeka dari Asap”, aksi tersebut menjadi bentuk kritik sekaligus kampanye publik terhadap persoalan pencemaran udara dan ancaman asap yang masih menjadi perhatian masyarakat Sumatera Selatan.

Dengan memanfaatkan ruang publik dan momentum menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para aktivis menyampaikan pesan lingkungan melalui aksi kreatif yang menarik perhatian warga yang tengah mengikuti aktivitas CFD.

Aksi tersebut dikoordinatori oleh Bung Zelvan. Menurutnya, pendekatan kreatif dipilih agar isu lingkungan tidak hanya disampaikan melalui demonstrasi konvensional, tetapi dapat dikemas dengan cara yang lebih komunikatif, dekat dengan masyarakat, dan mampu menggugah kesadaran publik.

“Kami datang bukan sekadar membawa tuntutan, tetapi membawa pesan. Aksi kreatif ini adalah cara kami mengingatkan bahwa persoalan asap dan kualitas udara bukan persoalan kecil yang bisa dianggap biasa,” ujar Zelvan

Ia menilai momentum menjelang peringatan kemerdekaan menjadi waktu yang tepat untuk kembali mempertanyakan makna kemerdekaan dari perspektif lingkungan.

“Kita akan merayakan kemerdekaan, tetapi apakah kita benar-benar sudah merdeka? Merdeka seharusnya bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari udara yang tercemar, bebas dari ancaman asap, dan bebas dari lingkungan yang membahayakan kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Zelvan menegaskan, udara bersih merupakan hak dasar masyarakat. Karena itu, persoalan asap tidak boleh hanya dilihat sebagai fenomena musiman atau persoalan teknis semata, tetapi harus ditempatkan sebagai isu serius yang menyangkut kesehatan, keselamatan, dan masa depan generasi mendatang.

“Jangan sampai setiap kali asap datang, kita hanya sibuk mencari siapa yang salah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pemerintah memastikan persoalan ini tidak terus berulang. Masyarakat membutuhkan solusi, bukan sekadar respons ketika masalah sudah terjadi,” katanya.

Menurut Zelvan, pemerintah harus memperkuat pengawasan terhadap sumber-sumber pencemaran, memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, serta mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Kami ingin pemerintah hadir bukan hanya ketika asap sudah memenuhi udara. Pemerintah harus hadir sejak awal melalui pengawasan, pencegahan, dan penegakan hukum. Jangan menunggu masyarakat menjadi korban baru kemudian bertindak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi dan investasi di Sumatera Selatan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.

“Kami tidak anti-investasi dan tidak anti-pembangunan. Yang kami persoalkan adalah ketika pembangunan dilakukan dengan mengorbankan lingkungan dan masyarakat. Ekonomi boleh tumbuh, tetapi udara bersih dan keselamatan manusia tidak boleh menjadi harga yang harus dibayar,” tegas Zelvan.

Pemilihan Jembatan Ampera dan momentum CFD sebagai lokasi aksi bukan tanpa alasan. Ruang publik tersebut menjadi titik bertemunya berbagai lapisan masyarakat, sehingga pesan lingkungan dapat disampaikan secara langsung kepada publik dengan cara yang lebih humanis dan kreatif.

Bagi Rawang ID, isu lingkungan bukan hanya milik aktivis. Persoalan udara bersih, asap, dan kualitas lingkungan merupakan kepentingan seluruh masyarakat.

“Kami ingin pesan ini sederhana: anak-anak kita berhak tumbuh dengan menghirup udara yang bersih. Mereka berhak menikmati lingkungan yang sehat. Jangan wariskan kepada generasi berikutnya bukan hanya pembangunan, tetapi juga persoalan lingkungan yang tidak pernah selesai,” kata Zelvan.

Aksi kreatif “Belum Merdeka dari Asap” tersebut sekaligus menjadi refleksi menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kemerdekaan, menurut Rawang ID, tidak semestinya hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui keberpihakan terhadap hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.

“Kemerdekaan bukan hanya soal mengibarkan bendera. Kemerdekaan juga tentang bagaimana rakyat bisa menghirup udara tanpa rasa takut, hidup di lingkungan yang sehat, dan menikmati masa depan tanpa mewarisi kerusakan lingkungan,” pungkas Zelvan.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60