Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TimurKota Surabaya

Lansia Tewas Tercebur Galian Box Culvert, Pemkot Surabaya Hentikan Sementara Proyek

27
×

Lansia Tewas Tercebur Galian Box Culvert, Pemkot Surabaya Hentikan Sementara Proyek

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID SURABAYA, JAWA TIMUR | Pemerintah Kota Surabaya menghentikan sementara seluruh pekerjaan pengerukan proyek box culvert (gorong-gorong beton) di sejumlah ruas jalan setelah insiden tragis yang menewaskan seorang lansia di kawasan Margorejo Indah, Kecamatan Wonocolo.

Korban merupakan seorang perempuan lanjut usia yang meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersama sang suami terjatuh ke dalam galian proyek box culvert pada Jumat malam, 12 Juni 2026. Sang suami mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan medis.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengakui terdapat kelalaian dalam pengamanan proyek tersebut. Menurutnya, pembatas (barrier) yang dipasang di sekitar area galian tidak tertutup rapat sehingga masih menyisakan celah yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari dengan kondisi penerangan yang kurang memadai.

Dalam inspeksi lapangan yang dilakukan pada Selasa (16/6), Eri memerintahkan seluruh proyek box culvert yang masih dalam tahap pengerukan untuk dihentikan sementara hingga evaluasi menyeluruh selesai dilakukan. Pemkot ingin memastikan seluruh proyek memiliki sistem pengamanan yang lebih ketat, termasuk pemasangan barrier yang rapat, lampu peringatan, rambu keselamatan, dan pengaturan area kerja yang lebih aman bagi masyarakat.

Selain itu, Pemkot Surabaya akan mengevaluasi metode pengerjaan proyek. Salah satu poin evaluasi adalah membatasi panjang galian terbuka agar tidak terlalu panjang sekaligus. Setelah satu segmen selesai, area tersebut harus segera ditutup sebelum pengerjaan dilanjutkan ke segmen berikutnya.

Eri juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan kembali pelanggaran standar keselamatan kerja. Sanksi dapat berupa pencopotan pimpinan proyek, evaluasi terhadap pejabat terkait di lingkungan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), hingga pemutusan kontrak dengan kontraktor pelaksana.

Insiden ini menjadi perhatian publik karena terjadi di salah satu proyek infrastruktur yang bertujuan mengurangi risiko banjir di Surabaya. DPRD Surabaya juga dikabarkan akan memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut untuk meminta penjelasan mengenai aspek keselamatan dan pengawasan pekerjaan.

Pemkot Surabaya menargetkan evaluasi selesai dalam beberapa hari ke depan sebelum pekerjaan kembali dilanjutkan dengan standar keselamatan yang lebih ketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60