BERITAOPINI.ID SURAKARTA, JAWA TENGAH | Muktamar NU ke-35 akan berlangsung di pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang Jawa Timur pada Agustus mendatang. Kendati demikian, Muktamar itu menjadi perhatian serius mengingat berpengaruh kepada struktur organisasi Nahlatul Ulama. (22/07/2026).
Menyikapi hal itu, Forum Pengawal Mukatamar NU Ke-35 mengeluarkan seruan agar Muktamar dikembalikan ke Khittah dan Nilai-Nilai Luhur Kepemimpinan Ulama.
Nur Khaliq Ridwan selaku Koordinator Forum Pengawal Mukmatar NU Ke-35 menandaskan bahwa muktamar seyogiyanya tidak direduksi menjadi ajang perebutan posisi kepempimpinan semata. Menurut Nur Khaliq kompetisi dalam muktamar yang tanpa landasan beresiko menajamkan polarisasi, menyuburkan prasakan, serta menyeret struktur hingga tingkat jamaah dalam kecurigaan.
Kendati demikian Forum ini menggandeng para kyai dari pelbagai wilayah, antara lain; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Para Kiai itu diharapkan bisa memberi bimbingan serta pedoman moral, agar kebelangsungan muktaram berada pada koridor, akhlaq, ilmu, dan kemaslahatan umat.
Di samping itu, Forum Pengawal Muktamar NU Ke-35 mendesak para calon ketua untuk segera menggelar forum terbuka guna menyatukan hati (ittihadul-qulub), pemikiran (ittihadul-afham), dan langkah (ittihadul-harakah). Langkah ini krusial untuk melahirkan platform bersama di luar kerangka kompetisi menang-kalah, agar kepemimpinan mendatang bersifat rekonsiliatif dan inklusif bagi seluruh kader jam’iyyah.
Terakhir, forum ini menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan kemandirian muktamar. Segala bentuk intervensi politik eksternal, politik uang, maupun tekanan struktural yang mencederai kemerdekaan suara peserta ditolak secara tegas. Berbekal transparansi dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Muktamar NU Ke-35 diharapkan mampu melahirkan pemimpin berintegritas moral kuat dalam menghadapi tantangan zaman.


















