Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKota PalembangSumatera Selatan

Perhapi Sumsel Ingatkan Ancaman Menipisnya Cadangan Batu Bara, Dorong Strategi Energi Jangka Panjang

37
×

Perhapi Sumsel Ingatkan Ancaman Menipisnya Cadangan Batu Bara, Dorong Strategi Energi Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALEMBANG, SUMSEL | Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Perwakilan Daerah Sumatera Selatan mengingatkan pentingnya langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya batu bara di Sumatera Selatan.

eringatan tersebut disampaikan dalam Forum Diskusi Strategis bertajuk “Memperkuat Kontribusi Strategis Provinsi Sumatera Selatan dalam Mewujudkan Swasembada Energi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional” yang diselenggarakan Kedeputian Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di Hotel Novotel Palembang, Kamis (30/7/2026).

Forum tersebut dipimpin Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., dan dihadiri Anggota Dewan Energi Nasional Dr. Unggul Priyanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan, akademisi, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor energi. Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Perwakilan Daerah Sumatera Selatan, Frans Irawan, S.T., M.M., turut hadir sebagai narasumber yang memberikan sejumlah rekomendasi strategis terkait ketahanan energi nasional.

Dalam paparannya, Frans menegaskan bahwa mskipun Sumatera Selatan saat ini dikenal sebagai salah satu lumbung batu bara terbesar di Indonesia, ketersediaan sumber daya tersebut bukanlah tanpa batas

Menurutnya, tingginya target produksi batu bara secara nasional maupun target produksi yang dibebankan kepada Sumatera Selatan berpotensi mempercepat penurunan cadangan apabila tidak diimbangi dengan upaya eksplorasi yang berkelanjutan.

“Melihat masifnya target produksi secara nasional maupun target yang dibebankan kepada Provinsi Sumsel saat ini, sumber daya yang melimpah tersebut lambat laun akan habis,” tegas Frans.

Sebagai langkah antisipatif, Perhapi Sumsel mendorong pemerintah bersama pelaku industri untuk mempercepat kegiatan eksplorasi di wilayah-wilayah yang masih memiliki potensi batu bara, khususnya batu bara berkalori rendah.

Frans menyebut sejumlah daerah yang dinilai memiliki prospek pengembangan, antara lain Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas Utara (Muratara), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Menurutnya, eksplorasi sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan pasokan energi nasional sekaligus mempertahankan kontribusi Sumatera Selatan sebagai daerah penghasil energi.

Selain persoalan cadangan tambang, Frans juga menyoroti tantangan pemanfaatan batu bara pada era transisi energi menuju target net zero emission. Ia mengingatkan bahwa setelah tahun 2060, penggunaan batu bara sebagai sumber energi konvensional diperkirakan akan semakin terbatas seiring komitmen global dalam menekan emisi karbon.

“Ketika target zero emission berjalan pasca-2060, batubara tidak akan bisa lagi digunakan sebagai sumber energi konvensional. Pertanyaannya, mau dikemanakan batubara Sumsel yang masih melimpah ini? Batubara ini anugerah Tuhan, masa nanti sama sekali tidak terpakai?” ujarnya.

Untuk itu, Perhapi Sumsel menilai pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan perlu mulai menyusun strategi jangka panjang dalam pemanfaatan batu bara. Salah satu opsi yang dinilai prospektif ialah pengembangan hilirisasi non-energi, seperti gasifikasi batu bara menjadi bahan baku industri kimia dan produk bernilai tambah lainnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., menyampaikan bahwa seluruh masukan yang disampaikan dalam forum akan dihimpun dan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah pusat.

Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ketahanan energi nasional, sekaligus memperkuat peran Sumatera Selatan sebagai salah satu pilar utama swasembada energi Indonesia dan pendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60