BERITAOPINI.ID BANDA ACEH, ACEH | Program Studi Teknik Kimia dan Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Serambi Mekkah (USM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Eco-Enzim sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas dan Keterampilan Anak di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan edukasi, keterampilan praktis, serta pengalaman pembelajaran yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 peserta, yang terdiri atas anak-anak UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe, dosen, mahasiswa, serta tim pelaksana PKM dari Universitas Serambi Mekkah.
Pelatihan dirancang tidak hanya sebagai kegiatan edukasi mengenai kebersihan dan higienitas, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas, kemandirian, keterampilan hidup (life skill), dan jiwa kewirausahaan anak-anak. Pemilihan pembuatan sabun cair sebagai materi pelatihan didasarkan pada sifatnya yang aplikatif, mudah dipraktikkan, serta memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlebih dahulu mendapatkan pemaparan singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan higienitas serta manfaat sabun cair dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, tim pelaksana memberikan demonstrasi pembuatan sabun cair eco-enzim yang kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh para peserta dengan pendampingan dosen dan mahasiswa.
Antusiasme peserta terlihat selama proses demonstrasi dan praktik. Anak-anak mengikuti setiap tahapan pembuatan sabun, mulai dari proses pencampuran bahan hingga pengemasan produk yang dihasilkan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman mereka selama mengikuti praktik.
Ketua Program Studi Teknik Kimia, Zulhaini Sartika, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan PKM seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi keterampilan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama. Melalui kegiatan sederhana seperti pelatihan pembuatan sabun cair, anak-anak dapat memperoleh pengalaman praktis, belajar bekerja sama, serta mengenal bahwa ilmu pengetahuan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.”
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Dr. Ir. Saisa, S.T., M.T., menekankan pentingnya kegiatan kolaboratif yang mengintegrasikan aspek keterampilan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi lintas program studi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Laporan kegiatan juga mencatat bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sosial dan kepedulian civitas akademika Universitas Serambi Mekkah terhadap masyarakat.Dari pihak mitra, Kepala UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe, Dr. Hasrati, S.E., M.M., memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang melibatkan anak-anak di lingkungan UPTD. Dukungan dari pihak UPTD menjadi salah satu faktor penting yang membantu kelancaran kegiatan, selain antusiasme peserta serta kesiapan bahan dan peralatan praktik dari tim pelaksana.
Selain memberikan manfaat kepada peserta, kegiatan PKM ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari persiapan bahan dan peralatan, pendampingan peserta saat praktik, penyampaian materi secara interaktif, dokumentasi, hingga membantu pengemasan produk. Keterlibatan tersebut sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, dan kepedulian sosial mahasiswa.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan rencana. Peserta memperoleh peningkatan pengetahuan mengenai kebersihan dan higienitas serta mampu memahami dan mempraktikkan proses dasar pembuatan sabun cair. Suasana kegiatan berlangsung edukatif dan interaktif, serta berhasil membangun hubungan yang lebih erat antara civitas akademika Universitas Serambi Mekkah dengan masyarakat.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengembangkan berbagai tema keterampilan hidup lainnya. Tim pelaksana juga merekomendasikan penambahan waktu praktik agar proses pendampingan kepada peserta dapat dilakukan secara lebih optimal.
Melalui kegiatan ini, Universitas Serambi Mekkah kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat.

















