BERITAOPINI.ID OGAN ILIR, SUMSEL | Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (FP UNSRI) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendampingan mengenai penerapan teknologi irigasi tetes emitter untuk efisiensi penggunaan air di pekarangan rumah di Desa Tanjung Dayang Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Selasa, (25/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Berbasis Masyarakat Universitas Sriwijaya Tahun 2026 yang diketuai oleh Dr. Puspitahati, S.TP., M.P., bersama tim dosen Fakultas Pertanian UNSRI. Program tersebut menyasar masyarakat desa, khususnya Karang Taruna dan kelompok ibu rumah tangga, dengan tujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sekaligus menerapkan teknologi pertanian sederhana yang hemat air.
Menjawab Persoalan Air dan Pemanfaatan Pekarangan
Pemilihan teknologi irigasi tetes emitter didasarkan pada kondisi masyarakat yang masih menghadapi kendala dalam penyiraman tanaman pekarangan.
Berdasarkan identifikasi awal tim, sekitar 70 persen masyarakat masih menggunakan penyiraman manual, sementara 60 persen mengalami keterbatasan waktu untuk melakukan penyiraman secara rutin. Lebih dari 75 persen masyarakat juga belum pernah mendapatkan pelatihan mengenai teknologi irigasi hemat air.
Di sisi lain, Desa Tanjung Dayang Utara memiliki potensi pekarangan rumah tangga yang cukup besar. Pekarangan dengan luas rata-rata 15–50 m² dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terong, bayam, dan kangkung.
“Teknologi yang diperkenalkan dirancang sederhana agar dapat dibuat, dipasang, dan dirawat sendiri oleh masyarakat. Prinsipnya adalah memberikan air secara perlahan dan terkontrol langsung ke daerah sekitar akar tanaman,” jelas tim PKM FP UNSRI dalam materi sosialisasi.
Teknologi Sederhana Berbasis Gravitasi Teknologi yang diperkenalkan
menggunakan emitter sebagai pengatur keluarnya air, yang dihubungkan dengan sumber air berupa botol plastik, gentong, atau wadah lain. Sistem bekerja dengan memanfaatkan gaya gravitasi sehingga tidak membutuhkan listrik maupun pompa. Air dialirkan melalui selang dan kemudian diteteskan secara perlahan ke zona akar tanaman.
Dalam materi pelatihan, masyarakat diperkenalkan pada berbagai komponen sederhana, antara lain botol plastik atau gentong air, emitter, selang, konektor, penyangga, serta bahan pengikat. Sistem tersebut dapat diterapkan pada tanaman dalam polybag maupun bedengan pekarangan.
Pendekatan ini juga memberikan nilai tambah dari sisi lingkungan karena botol plastik bekas dapat dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari sistem irigasi. Tim PkM FP UNSRI sebelumnya telah memiliki pengalaman menerapkan teknologi irigasi tetes berbasis emitter dan pemanfaatan botol plastik dalam kegiatan pengabdian, termasuk di Desa Burai, Ogan Ilir.
Tidak Sekadar Sosialisasi, tetapi Praktik Langsung
Kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, sehingga masyarakat tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk memahami pembuatan dan pemasangan teknologi secara langsung.
Pelatihan mencakup dua kegiatan utama, yaitu pembuatan sistem irigasi tetes emitter sederhana dan pemasangan sistem irigasi pada pekarangan. Selanjutnya, teknologi diterapkan pada pekarangan rumah warga dan lahan percontohan untuk tanaman sayuran.
Program ini tidak berhenti pada pemasangan alat. Tim akan melakukan pendampingan dan evaluasi melalui pemantauan pertumbuhan tanaman, penggunaan air, serta hasil panen. Keberlanjutan program juga diarahkan melalui pembentukan kelompok tani pekarangan Karang Taruna dan integrasi kegiatan dengan program pengabdian mahasiswa.
Mendorong Pekarangan Produktif dan Ketahanan Pangan Keluarga
Melalui penerapan irigasi tetes emitter, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mengoptimalkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis masyarakat dalam membuat dan memelihara sistem irigasi secara mandiri.
Dalam jangka panjang, pemanfaatan pekarangan secara lebih produktif diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan rumah tangga, mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan sayuran, membuka peluang tambahan pendapatan dari hasil pekarangan, serta mendorong pemanfaatan limbah plastik secara lebih produktif.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan selama lima bulan dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Tim pengabdian terdiri atas Dr. Puspitahati, S.TP., M.P., Dr. Desi Aryani, S.P., M.Si., Dr. Arjuna Neni Triana, S.T.P., M.Si., Dr. Eka Lidiasari, S.T.P., M.Si., Ir. KH. Iskandar, M.Si., dan Dr. Thirtawati, S.P., M.Si., serta melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian UNSRI.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UNSRI menegaskan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang sederhana, aplikatif, hemat sumber daya, dan dapat dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.

















