Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaDKI JakartaHeadline

Menata Masa Depan Sagea: Menyelaraskan Investasi, Lingkungan, dan Kesejahteraan Warga

19
×

Menata Masa Depan Sagea: Menyelaraskan Investasi, Lingkungan, dan Kesejahteraan Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID DKI, JAKARTA | Barisan Muda Indonesia Timur menggelar diskusi publik bertajuk _”Suara Dari Timur: Siapa Yang Berhak Menentukan Masa Depan Sagea?”_ di Primakarsa Cafe, Jakarta Timur. Pertemuan ini membahas arah pembangunan dan investasi di Desa Sagea, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, agar berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan.

Diskusi dihadiri sekitar 30 peserta yang mencakup perwakilan Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Maluku Utara, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, serta Jaringan Advokasi Tanah Adat (JAGAD).

Ruang Hidup dan Pemerataan Manfaat Ekonomi

Moderator diskusi, Yulius Alexsandro Saputra, menyatakan bahwa pembahasan mengenai Sagea mencakup berbagai dimensi yang saling terikat, mulai dari aktivitas ekonomi hingga keberlanjutan ruang hidup warga. Menurutnya, perkembangan investasi perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, sementara aspirasi warga terkait lingkungan dan mata pencaharian harus menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan. Ia juga menekankan pentingnya penyampaian aspirasi yang ditempuh secara damai, tertib, dan sesuai koridor hukum.

Narasumber diskusi, Iqbal Kho, menilai sektor pertambangan membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi Maluku Utara. Namun, manfaat tersebut perlu diwujudkan secara konkret melalui perluasan kesempatan kerja, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur. Ia juga mendorong pemerintah memperkuat pengawasan serta membuka komunikasi intensif agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog sebelum memicu gesekan sosial.

Tokoh Pemuda Maluku Utara di Jakarta, Junesvon Trisanders, menyoroti bahwa aktivitas industri di Halmahera Tengah memang menyerap tenaga kerja, namun di sisi lain membawa perubahan fungsi lahan yang memengaruhi warga di sektor pertanian dan perikanan. Oleh karena itu, ia menilai penting adanya perlindungan terhadap kawasan karst dan Goa Boki Maruru, serta pengembangan sektor ekonomi alternatif seperti pariwisata.

Sementara itu, Ketua HIPMA Haltim, Bunari, berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi dari sektor pertambangan harus diiringi dengan distribusi manfaat yang merata agar benar-benar mendongkrak kesejahteraan warga. Ketua JAGAD, Veronika Nurlatu, menambahkan agar mahasiswa dan generasi muda terus mengemas gagasan secara konstruktif dan tepat sasaran agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui kebijakan yang konkret.

Kesimpulan dan Arah Kebijakan ke Depan

Secara umum, peserta diskusi sepakat untuk mendukung pembangunan dan investasi di Halmahera Tengah sebagai upaya mendorong kemajuan daerah. Dukungan tersebut perlu dibarengi dengan tata kelola yang baik, pengawasan lingkungan yang ketat, serta pelibatan aktif masyarakat lokal.

Forum juga menekankan pentingnya dialog terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, tokoh adat, dan masyarakat sipil guna mengantisipasi berbagai persoalan sejak dini. Dengan keseimbangan antara kepentingan pembangunan, perlindungan lingkungan, dan hak-hak masyarakat, masa depan Sagea diharapkan dapat tercapai tanpa menimbulkan polarisasi sosial.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60