Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TengahKabupaten Batang

Enam Tahun Terbengkalai, Lahan Rob Batang Kembali Produktif dengan Padi Biosalin

40
×

Enam Tahun Terbengkalai, Lahan Rob Batang Kembali Produktif dengan Padi Biosalin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID, BATANG, JAWA TENGAH | Lahan pesisir Kabupaten Batang yang selama enam tahun tidak tergarap akibat banjir rob dan intrusi air laut kembali produktif melalui budidaya Padi Biosalin. Kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan Pemerintah Kabupaten Batang itu mencakup 32,26 hektare lahan salin, dengan panen raya digelar di Desa Kasepuhan, Kecamatan Batang, Jumat (18/9/2026).

Program yang berjalan sejak Oktober 2025 tersebut menggunakan varietas Biosalin Agritan 1 dan Biosalin Agritan 2. Hasil panen di Desa Kasepuhan mencapai 6,2 ton per hektare. Sementara di Desa Depok, Kecamatan Kandeman, produktivitas rata-rata mencapai 5,2 ton per hektare meski lahan sempat tergenang air laut dengan salinitas 13–18 ppt.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan pemanfaatan kembali lahan tidur tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Bagi PGN, panen raya hari ini bukan hanya tentang berapa ton gabah yang berhasil dipanen. Lebih dari itu, hari ini adalah momentum untuk melihat secara nyata bagaimana lahan yang sebelumnya adalah lahan tidur dan menghadapi keterbatasan produktivitas, dapat kembali memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman.

Secara keseluruhan, budidaya padi biosalin dalam program di Batang menghasilkan sekitar 166,5 ton gabah. Sebelumnya, program Padi Biosalin juga telah diterapkan di Semarang dan Jepara dengan cakupan 202 hektare dan produksi sekitar 1.300 ton per masa tanam.

“Sebelum dikembangkan di Batang, program Padi Biosalin telah dilaksanakan di Semarang dan Jepara dengan cakupan 202 hektare dan total panen mencapai sekitar 1.300 ton per masa tanam. Program ini merupakan bagian dari komitmen PGN untuk menghadirkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberikan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan,” dilengkapi Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni.

Selain mengembangkan padi tahan salin, program memanfaatkan BBMT Petasol dari sampah plastik untuk menggerakkan alat dan mesin pertanian. Bahan bakar alternatif setara solar tersebut dihasilkan melalui teknologi pirolisis FASPOL Gen 5.0 hasil inovasi BRIN.

 

Peneliti BRIN Vina Eka Aristya menyebut inovasi pertanian tahan salinitas membuka peluang agar lahan pesisir terdampak rob tetap dipertahankan sebagai kawasan produktif.

“Padi tahan salinitas membuktikan bahwa lahan terdampak rob tidak harus dialihfungsikan. Dengan inovasi yang tepat dan kerja bersama petani, lahan tetap produktif dan petani terlindung dari kerentanan,” dipaparkan Dr. Vina Eka Aristya, Peneliti BRIN.

Ke depan, teknologi mina padi biosalin yang dipadukan dengan nila salin dan rumput laut diharapkan dapat diterapkan di wilayah pesisir lain yang menghadapi intrusi air laut. Pemanfaatan lahan salin sekaligus pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar diharapkan mendukung produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Batang.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60