BERITAOPINI.ID BATANG, SUMSEL | Tim Pengawasan Kegiatan (Wasgiat) TNI Angkatan Darat meninjau langsung pembangunan jalan penghubung Desa Sembung menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Kodim 0736/Batang. Peninjauan yang dipimpin Kolonel Kav Zubaidi selaku Paban IV/PKB Staf Teritorial Angkatan Darat itu berlangsung di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Senin (26/10/2026). Hingga saat ini, pembangunan jalan dilaporkan telah mencapai lebih dari 50 persen dan ditargetkan rampung sebelum program TMMD berakhir pada 11 November 2026.
Dalam kunjungannya, Kolonel Kav Zubaidi melihat secara langsung perkembangan pembangunan infrastruktur sekaligus pelaksanaan kegiatan nonfisik yang menjadi bagian dari program TMMD. Ia mengapresiasi kerja sama antara anggota TNI, instansi terkait, dan masyarakat yang dinilai mampu mempercepat pengerjaan jalan. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana, terlebih masih tersedia waktu beberapa pekan untuk menuntaskan seluruh sasaran kegiatan.
“Progres perkembangannya sudah 50 persen lebih itu artinya berjalan dengan lancar. Sedangkan waktu masih ada beberapa pekan ke depan, dipastikan akan dapat menyelesaikan target hingga TMMD berakhir,” katanya saat meninjau lokasi pembangunan.
Zubaidi juga menyoroti peran Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD dalam mengoordinasikan personel dan masyarakat selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pembagian tugas yang terencana serta keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pembangunan. Kerja sama tersebut sekaligus mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan TMMD.
“Ada pembagian tugas yang baik antar anggota TNI yang dikolaborasikan dengan warga setempat, sehingga guyub rukun dirasakan secara nyata di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Didik Sudarmawan menjelaskan bahwa pengerjaan jalan penghubung terus dipercepat untuk mengantisipasi datangnya musim hujan. Dari total sasaran pembangunan sepanjang 1.400 meter, sekitar 650 meter telah dikerjakan. Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada 5 November 2026, lebih awal dari jadwal penutupan TMMD.
“Jangan sampai saat musim hujan tiba, pekerjaan belum selesai. Alhamdulillah selama proses pengerjaan tidak ada kendala, karena masyarakat setempat bisa bergotong royong dengan baik, sehingga pekerjaan ini bisa diselesaikan sesegera mungkin, di tanggal 5 November sudah selesai,” tegasnya.
Didik menambahkan, percepatan pembangunan jalan tidak hanya melibatkan personel Kodim 0736/Batang, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai satuan dan instansi. Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Setiap hari, warga Desa Sembung turut membantu anggota Satgas TMMD menyelesaikan pekerjaan di lapangan.
“Selain dari anggota TNI AD Kodim Batang, ada pula anggota Pos Angkatan Laut dari Sigandu, Polres Batang, Satuan Radar Tegal, Yonzipur Ambarawa, dan dibantu masyarakat Sembung yang tiap harinya,” terangnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Sembung Muhammad Untung menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan tersebut. Ia mengatakan, keberadaan akses penghubung antarkecamatan itu sangat dinantikan masyarakat karena akan mempermudah aktivitas sehari-hari, khususnya bagi warga yang bekerja di KITB serta petani yang membutuhkan jalur distribusi hasil pertanian.
“Sebelumnya ini jalan setapak, lalu dilakukan pelebaran, sehingga nantinya ketika selesai akan jadi jalur alternatif bagi warga menuju KITB. Manfaatnya memudahkan petani mengangkut hasil kebun, termasuk kayu sengon dan mempercepat akses pekerja menu kawasan industri,” ujarnya.
Pembangunan jalan Desa Sembung menuju KITB diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain mempercepat mobilitas pekerja menuju kawasan industri, jalan tersebut nantinya dapat mendukung kelancaran pengangkutan hasil perkebunan dan pertanian. Dengan dukungan personel gabungan serta partisipasi warga, pengerjaan jalan terus dilanjutkan agar dapat diselesaikan sesuai target pada 5 November 2026.

















