Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaDKI JakartaHeadline

Pedagang Baju di Monas Keluhkan Dampak Kenaikan Harga Plastik, Keuntungan Menyusut

23
×

Pedagang Baju di Monas Keluhkan Dampak Kenaikan Harga Plastik, Keuntungan Menyusut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID JAKARTA | Pedagang pakaian di kawasan Monumen Nasional (Monas) mengeluhkan berkurangnya keuntungan akibat kenaikan harga barang dari agen dan grosir. Meski demikian, para pedagang memilih tidak menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan.

Kenaikan harga barang dagangan yang dijual di kawasan Monas membuat keuntungan pedagang berkurang. Barang seperti kaus Monas, kaus Jakarta, daster, dan kain pantai mengalami kenaikan harga sekitar Rp2.000 per potong dari agen atau grosir. Namun, harga jual kepada konsumen tetap dipertahankan.

Salah satu pedagang yang merasakan dampak tersebut adalah Uni Fitri (52), pedagang pakaian yang telah berjualan di kawasan Monas sejak tahun 2002. Ibu lima anak yang tinggal di Pesanggrahan ini memiliki lapak yang berada di depan food court kawasan dalam Monas.

Keluhan tersebut disampaikan Uni Fitri saat diwawancarai pada hari Minggu (07/06). Menurutnya, kondisi penurunan daya beli mulai terasa sejak bulan Ramadan lalu dan berlanjut hingga musim liburan belakangan ini.

Menurut Uni Fitri, kenaikan harga barang dari agen dan grosir dipicu oleh meningkatnya harga bahan dari produsen yang dikaitkan dengan kenaikan harga plastik. Dampak tersebut membuat biaya modal pedagang meningkat, sementara harga jual tidak dapat dinaikkan karena seluruh pedagang di kawasan Monas telah sepakat mempertahankan harga yang sama agar pedagang tidak kehilangan pembeli ditengah menurunnya daya beli wisatawan.

Untuk menjaga daya saing, para pedagang tetap menjual pakaian dengan harga yang telah disepakati, yakni tiga potong baju kualitas biasa seharga Rp50.000 dan tiga potong baju kualitas premium seharga Rp100.000. Akibatnya, keuntungan pedagang menjadi lebih kecil.

Saat wawancara berlangsung, terlihat sepasang pembeli membeli dua kaus Jakarta dan satu daster dengan total harga Rp100.000. Namun, menurut Uni Fitri, jumlah pembelian saat ini cenderung menurun dibandingkan sebelumnya. Ia menuturkan bahwa wisatawan dari Sulawesi biasanya membeli oleh-oleh dalam jumlah besar, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Sedangkan wisatawan asing, rata-rata hanya membeli 2-3 pcs baju atau celana Bangkok. _”Ya begini, kadang kita sudah turunkan semua pajangan, calon pembeli masih menawar, padahal harga sudah dipajang, eh gak jadi beli”,_ ujarnya saat dua wanita muda meninggalkan lapak jualannya.

Selain menghadapi penurunan daya beli, Uni Fitri juga harus menanggung biaya rutin untuk lapak dan parkir yang mencapai sekitar Rp600.000 per bulan. Ia berharap kunjungan wisatawan pada akhir pekan dan musim liburan dapat kembali meningkat sehingga penjualan para pedagang di kawasan Monas kembali bergairah.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60