Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKabupaten Penukal Abab Lematang IlirSumatera Selatan

Edo Saputra: Jangan Terlalu Jauh Menilai Tiyo, Kinerja Rio Malan Saja Belum Terasa di Tengah Masyarakat  

26
×

Edo Saputra: Jangan Terlalu Jauh Menilai Tiyo, Kinerja Rio Malan Saja Belum Terasa di Tengah Masyarakat  

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALI, SUMSEL | Aktivis revolusioner Kabupaten PALI, Edo Saputra, menanggapi pernyataan Anggota DPRD PALI Fraksi Gerindra, Rio Malan, yang menyebut pernyataan Tiyo Ardianto sudah kelewatan. Menurut Edo, pernyataan tersebut justru menunjukkan sikap yang tidak proporsional dan cenderung mengalihkan perhatian dari substansi kritik yang disampaikan.

“Eks Ketua BEM UGM seperti Tiyo Ardianto lahir dari tradisi intelektual yang kritis terhadap kekuasaan. Setuju atau tidak dengan pendapatnya adalah hal biasa dalam demokrasi. Namun menjadi aneh ketika ada pihak yang begitu mudah menghakimi, sementara rekam jejak pengabdiannya sendiri belum benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Edo.

Edo menilai Rio Malan terlalu jauh memberikan penilaian terhadap kapasitas dan pandangan Tiyo Ardianto. Sebab, menurutnya, selama menjabat sebagai anggota DPRD PALI, kontribusi Rio Malan belum tampak signifikan di tengah masyarakat.

“Kalau berbicara soal kelewatan, masyarakat juga berhak bertanya apa saja yang sudah diperjuangkan Rio Malan selama duduk di kursi DPRD. Kinerja yang seharusnya terlihat, terdengar, dan terasa oleh rakyat justru belum banyak diketahui publik. Jadi terlalu jauh jika hari ini beliau sibuk mengomentari tokoh nasional, sementara jejak kerjanya sendiri masih menjadi tanda tanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edo menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh diisi oleh budaya membungkam kritik. Menurutnya, seorang politisi seharusnya menjawab gagasan dengan gagasan, bukan dengan upaya mendiskreditkan individu.

“Rakyat PALI tidak membutuhkan politisi yang hanya vokal ketika menanggapi pernyataan orang lain. Rakyat membutuhkan wakil yang hadir memperjuangkan kepentingan publik, mengawasi kebijakan, dan memberikan solusi atas persoalan daerah. Kalau itu belum maksimal dilakukan, sebaiknya fokus bekerja daripada sibuk mengurusi pendapat orang lain,” katanya.

Edo menambahkan bahwa kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat. Karena itu, setiap pihak harus mampu menerima kritik dengan kepala dingin dan menjawabnya melalui argumentasi yang berbasis data serta karya nyata.

“Ukuran seorang pemimpin atau wakil rakyat bukan seberapa keras ia mengkritik orang lain, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dari kehadirannya. Di situlah publik akan menilai siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang hanya sibuk berkomentar,” tutup Edo Saputra.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60