BERITAOPINI.ID SURABAYA, JAWA TIMUR | Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri, menekankan pentingnya pembangunan kota yang berorientasi pada penyelesaian masalah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Menurutnya, perencanaan pembangunan tidak seharusnya hanya berfokus pada penanganan sementara, melainkan harus mampu menjawab akar persoalan yang dihadapi masyarakat.
Syaifuddin yang akrab disapa Kaji Ipuk menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengidentifikasi dan memetakan permasalahan secara komprehensif melalui kajian yang matang. Dengan pendekatan tersebut, program-program yang dihasilkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ia menilai penggunaan anggaran daerah harus disertai dengan solusi yang efektif agar permasalahan yang sama tidak terus berulang setiap tahun. Menurutnya, pembangunan yang hanya menangani dampak tanpa memahami penyebab utama tidak akan mampu memberikan hasil yang optimal.
Sebagai contoh, ia menyoroti persoalan banjir yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Surabaya. Menurutnya, upaya pengendalian banjir perlu dilakukan melalui perencanaan sistem drainase yang terintegrasi dan menyeluruh, mulai dari tingkat kampung hingga skala kota. Perencanaan tersebut harus mampu memetakan jalur aliran air, titik hambatan, serta lokasi pembuangan akhir agar pembangunan infrastruktur tidak justru memindahkan masalah ke wilayah lain.
Lebih lanjut, Syaifuddin menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas fisik bangunan maupun besarnya anggaran yang digunakan. Aspek yang lebih penting adalah sejauh mana pembangunan tersebut mampu memberikan manfaat nyata serta menjawab kebutuhan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Surabaya yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengurangi sejumlah titik rawan banjir melalui pembangunan dan perbaikan sistem drainase. Meski demikian, menurutnya upaya tersebut perlu terus dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih terpadu agar hasilnya semakin optimal.
Selain masalah banjir, Syaifuddin turut mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Surabaya. Ia menilai setiap kawasan harus memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan fasilitas publik dan layanan dasar sehingga pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat kota.


















