Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKabupaten SikkaNusa Tenggara Timur

GMNI Sikka Gelar Diskusi Kebangsaan dan Nobar: Soroti Tantangan Geopolitik dan Ancaman Propaganda Film ‘Pesta Babi’

35
×

GMNI Sikka Gelar Diskusi Kebangsaan dan Nobar: Soroti Tantangan Geopolitik dan Ancaman Propaganda Film ‘Pesta Babi’

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID KAB. SIKKA, NTT | Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka menggelar kegiatan Diskusi Kebangsaan yang dirangkaikan dengan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, mulai pukul 23.00 WITA hingga selesai ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai elemen kepemudaan.

​Pantauan media di lokasi, hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan kelompok Cipayung, kader GMNI Sikka, perwakilan BEM Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bola (Himakab), Kelompok Pemuda Solor (Kompas), serta perwakilan BEM Universitas Nusa Nipa (Unipa).

Pemuda Harus Berjiwa Nasionalis di Tengah Arus Propaganda Global

​Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Iko, yang bertindak sebagai pemantik diskusi menegaskan bahwa pemuda hari ini dihadapkan pada tantangan besar berupa disintegrasi bangsa yang dipicu oleh kepentingan global dan dinamika geopolitik. Menurutnya, marak terjadi framing, agitasi, hingga propaganda yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI.

​”Hari ini kita sebagai kader kebangsaan mengalami tantangan yang begitu besar ketika negara digerogoti kepentingan global. Cara berpikir dan bertindak pemuda harus bersandar pada ideologi Bung Karno. Kita wajib memperjuangkan dan menyebarluaskan warisan Pancasila dengan semangat gotong royong,” ujar Wilfridus.

​Ia juga mengingatkan historisitas daratan Flores, khususnya Ende, sebagai king maker lahirnya Pancasila. Dalam pidato 1 Juni 1945, Bung Karno tidak hanya bicara nasionalisme tetapi juga internasionalisme yang bermuara pada gotong royong—prinsip di mana semua untuk semua, bukan untuk golongan atau personal.

​Melalui diskusi ini, GMNI Sikka bersama elemen pemuda yang hadir mengeluarkan rekomendasi bersama untuk terus bergerak menyebarluaskan “virus” nasionalis yang telah diamanatkan oleh para Founding Fathers dan Founding Mothers bangsa.

​Menakar Kritik Terhadap Dokumenter ‘Pesta Babi’ dan Isu Sektoral Papua

​Salah satu topik hangat yang dibedah dalam diskusi tersebut adalah kemunculan film dokumenter berjudul ‘Pesta Babi’. GMNI Sikka menilai film tersebut patut diduga sebagai bagian dari upaya asing untuk memengaruhi persepsi publik demi kepentingan tertentu.

​GMNI Sikka memetakan beberapa poin kritis terkait isu ini:

​Alat Propaganda Barat: Bangsa Barat dinilai kerap menunggangi isu Hak Asasi Manusia (HAM) serta lingkungan hidup sebagai instrumen untuk memecah belah bangsa dan melancarkan eksploitasi besar-besaran.

​Aktor di Balik Layar: Hasil telisik dan kajian dalam diskusi mengindikasikan adanya keterlibatan NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat) tertentu yang membawa agenda atau “titipan” dari pihak Barat.

​Pertanyaan Kritis Pemuda: Elemen pemuda mempertanyakan standar ganda para pembuat dokumenter. Mereka menyoroti mengapa eksploitasi yang terjadi di wilayah lain seperti Sumatera dan Kalimantan tidak dibuatkan dokumenter serupa, melainkan hanya menyudutkan wilayah Papua.

​Para pemuda lintas elemen ini pun menyatukan persepsi untuk tetap merawat sejarah integrasi Irian Barat (Papua) ke dalam NKRI yang telah diperjuangkan Bung Karno pada rentang tahun 1961-1963.

​Dukung Pemerintah, Desak Kejagung Evaluasi Program Pemerintah

​Tidak hanya menyoroti isu eksternal, diskusi kebangsaan ini juga melahirkan sikap tegas terkait situasi domestik dan jalannya program-program pemerintah saat ini. GMNI Sikka menyatakan tetap optimis terhadap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

​Kendati demikian, pengawasan ketat tetap disuarakan. GMNI Sikka mendesak Presiden dan Wakil Presiden untuk melakukan evaluasi total terhadap jajaran pengelola program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Ia menegaskan dukungan penuh pemuda kepada korps Adhyaksa dalam memberantas praktik rasuah di tubuh program negara.

​”Kami mendukung penuh langkah Kejaksaan dalam mengusut tuntas setiap dugaan penyimpangan pengelolaan program pemerintah. Kami mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dan menyisir potensi penyelewengan ini hingga ke tingkat daerah,” pungkasnya tegas.

Meskipun bersikap kritis, para pemuda di Kabupaten Sikka menyatakan tetap optimis terhadap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Setelah diskusi usai, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize berupa buku, dan nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung penuh keakraban.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60