BERITAOPINI.ID BREBES, JAWA TENGAH |Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan warga memadati Dapur Desa Makan Bergizi Mandiri (MBM), di jalur Pantura Kaligangsa Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tegah, Rabu (17/6) siang.
Mereka menyerbu Dapur Desa yang berada di halaman RM Sate Karyo Brebes itu, untuk mengikuti tasyakuran dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam, dan sosialisasi Program Dapur Desa MBM.
Dalam kegiatannya, ratusan ojol dan warga menikmati hidangan makan gratis yang disediakan. Bahkan, menu yang disajikan berupa sate kambing khas Brebes dan beberapa menu bergizi lainnya.
Sebelum menggelar tasyakuran dan sosialisasi, ojol yang berjumlah sekitar 500 orang ini, berkonvoi sepeda motor menuju lokasi kegiatan. Mereka mendapat pengawalan dari mobil patwal Polres Brebes. Kehadiran ratusan ojol dan warga juga sempat membuat Jalur Pantura tersendat. Terutama, saat prosesi awal kegiatan di mulai. Meski ojol dan warga antre makan gratis, tetapi suasananya penuh keakraban dan kebersamaan.
Program Dapur Desa MBM ini, merupakan gagasan yang diinisiasi oleh Agung Karyo, putra daerah asal Kabupaten Brebes. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat. Khususnya kalangan kurang mampu, agar dapat memperoleh akses makanan bergizi secara mudah dan berkelanjutan.
Inisiator Program Daput Desa MBM, Agung Karyo menjelaskan, konsep MBM tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan gratis, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
“Melalui Dapur Desa MBM, kami ingin menghadirkan gerakan gotong royong yang nyata. Tujuannya membantu masyarakat yang membutuhkan. Sekaligus membangun kesadaran pentingnya konsumsi makanan bergizi. Kata orang jawa, yen ngelih pikirane ngalih. Jika ada program ini, semuanya kenyang,” ujarnya disela-sela kegiatan.
Menurut dia, program ini memiliki visi besar dengan target pembangunan satu dapur di setiap desa. Ke depan, jaringan Dapur Desa MBM diharapkan dapat berkembang lebih luas hingga menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
“Target kami satu desa satu dapur. Jika gerakan ini terus mendapat dukungan masyarakat dan berbagai pihak, bukan tidak mungkin akan berkembang menjadi gerakan nasional,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Brebes dipilih sebagai titik awal program ini karena pihaknya sebagai putra daerah Brebes prihatin. Brebes saat ini angka kemiskinannya tertinggi di Jateng. Angka penganggurannya juga terbesar di Jateng. Bahkan, Brebes masul dalam daerah miskin ektrim.
“Melihat ini, saya sebagai putra Brebes prihatin. Sehingga melakukan inisiatif membuat program Dapur Desa MBM ini. Program ini terus berkelanjutan, tidak hanya hari ini,” terangnya.
Konsep program tersebut, sambung dia, selain amggaranya bersumber dari donotur, pihaknya juga ingin menggerakan masyarakat untuk peduli dengan warga sekitar. Sehingga masyarakat yang mampu juga bisa membantu melalui Dapur Desa MBM ini.
“Program dapur berbasis masyarakat sejalan dengan berbagai upaya peningkatan akses pangan bergizi yang berkembang di sejumlah daerah. Sumber dananya, kami ada pengusaha sebagai donatur dan masyarakat sekitar. Kami berharap Dapur Desa MBM dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.


















