Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TimurKota Surabaya

Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Meringankan Beban Orang Tua dan Bermanfaat bagi Siswa

20
×

Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Meringankan Beban Orang Tua dan Bermanfaat bagi Siswa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID SURABAYA, JAWA TIMUR | Sejumlah warga menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan pemerintah. Menurut mereka, program tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

Hal tersebut terungkap dalam wawancara dengan beberapa warga, di antaranya Ibu Siti Kusriini, Ibu Ani, dan Ibu Mingrum.

Dalam kesempatan itu, Ibu Mingrum menyampaikan bahwa ketiga anaknya yang masih bersekolah belum seluruhnya menerima manfaat dari program MBG.

“Anak saya tiga, ada yang sekolah di SD dan SMP. Sampai sekarang masih ada yang belum mendapatkan MBG,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas berbagai tanggapan masyarakat mengenai program MBG yang sempat menjadi perdebatan di sejumlah kalangan. Pewawancara menyinggung adanya aksi mahasiswa yang menolak program tersebut dengan alasan anggaran dinilai lebih baik difokuskan pada sektor pendidikan atau kebutuhan lainnya.

Namun demikian, menurut hasil pengamatan di lapangan, sejumlah anak-anak yang menjadi penerima manfaat justru menginginkan program tersebut tetap dilanjutkan. Mereka merasa terbantu karena memperoleh makanan bergizi selama berada di sekolah.

Sejumlah orang tua juga menilai program tersebut mampu mengurangi pengeluaran harian untuk uang jajan anak. Mereka mengungkapkan bahwa tanpa MBG, anak-anak tetap membutuhkan biaya tambahan untuk membeli makanan dan minuman selama berada di sekolah.

“Kalau tidak ada makanan dari sekolah, anak tetap perlu uang jajan. Belum lagi untuk membeli minuman dan kebutuhan lainnya,” kata salah seorang warga.

Terkait sejumlah kasus dugaan keracunan yang sempat diberitakan, warga menilai kejadian tersebut tidak dapat langsung dijadikan alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan. Mereka berpendapat perlu dilakukan investigasi lebih lanjut terhadap penyebab pasti setiap kasus yang terjadi.

Menurut mereka, apabila makanan diproduksi dalam jumlah besar dari satu sumber yang sama, maka seharusnya dampak yang muncul juga dirasakan oleh banyak penerima. Oleh karena itu, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah penyebabnya benar-benar berasal dari makanan yang dibagikan atau faktor lain.

Warga juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kondisi kesehatan siswa, terutama bagi anak-anak yang memiliki alergi atau pantangan makanan tertentu.

Selain itu, mereka menilai tudingan bahwa program MBG membahayakan anak-anak tidak sepenuhnya tepat. Menurut mereka, tujuan utama program tersebut adalah membantu pemenuhan gizi generasi muda.

“Program ini untuk anak-anak. Masa kita ingin mencelakakan anak-anak sendiri? Justru tujuannya agar mereka sehat dan kebutuhan gizinya terpenuhi,” ungkap salah satu peserta wawancara.

Secara umum, warga yang diwawancarai berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus dilanjutkan dengan evaluasi dan pengawasan yang baik agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60