Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineKabupaten Penukal Abab Lematang IlirSumatera Selatan

Pejabat BPKAAD PALI Hobi Main “Kucing-Kucingan” Warga Jadi Korban Komedi Birokrasi

79
×

Pejabat BPKAAD PALI Hobi Main “Kucing-Kucingan” Warga Jadi Korban Komedi Birokrasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID PALI, SUMSEL | Pelayanan Bandan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAAD) Kabupaten PALI disorot tajam karena para pejabatnya diduga hobi bermain “kucing-kucingan”, memaksa warga bolak-balik kantor demi urusan pemberkasan. Lambannya kinerja ini disinyalir dampak badai hukum yang mengguncang PALI, membuat aparatur kehilangan gairah kerja dan abai terhadap efisiensi pelayanan.

Masyarakat kini hanya bisa mengelus dada melihat kantor yang dibiayai uang rakyat justru berubah menjadi panggung sandiwara absensi, di mana kebersamaan para pejabat adalah hal yang langka. Ironis jika ketakutan akan jeratan hukum justru dijadikan alasan untuk memaklumi kemalasan kerja dan menelantarkan hak-hak publik secara berjamaah.

salah satu warga masyarakat menyayangkan atas lambannya pelayanan publik kepada masyarakat di instansi BPKAAD PALI lambat yang hendak mengurus administrasi. Keluhan tersebut disampaikan Dedi, salah seorang warga yang mengaku sudah bolak-balik ke kantor BPKAAD untuk mengurus pemberkasan pada Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, proses pelayanan terkendala karena pejabat yang berwenang disebut kerap tidak berada di tempat secara bersamaan.

“Ketika Kepala Badan masuk, Kabid yang dibutuhkan tidak ada. Sebaliknya, saat Kabid masuk, Kepala Badan yang tidak berada di kantor. Kondisi seperti ini membuat masyarakat harus bolak-balik dan sangat merepotkan,” ujarnya.

Dedi berharap Pemerintah Kabupaten PALI segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Ia juga meminta Bupati PALI, Asgianto, ST, agar melakukan pembenahan terhadap kinerja para pejabat OPD sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.

“Jangan sampai banyaknya persoalan hukum yang terjadi di Kabupaten PALI justru membuat para pejabat menjadi lesu dan lambat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pelayanan yang cepat, profesional, dan bertanggung jawab,” katanya.

Sedangkan terpisah terkait permasalahan ini kepala BPKAAD Kabupaten Pali, Anita belum berhasil di konfimasi.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60