Example floating
Example floating
Example 468x60
BeritaLampung

Seminar Nasional KOMPASS Suarakan Kepedulian Lingkungan Papua

90
×

Seminar Nasional KOMPASS Suarakan Kepedulian Lingkungan Papua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID LAMPUNG | Dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Besar (MUBES) dan Temu Natal, KOMPASS menyelenggarakan Seminar Nasional yang mengangkat isu strategis lingkungan hidup Papua. Seminar ini menjadi ruang refleksi kritis dan advokasi bagi generasi muda Papua dalam merespons berbagai ancaman ekologis yang kian nyata.

Papua dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Namun, di balik kekayaan tersebut, Papua menghadapi tekanan serius akibat eksploitasi sumber daya alam, alih fungsi lahan, serta dampak perubahan iklim. Kondisi ini tidak hanya mengancam keberlanjutan lingkungan, tetapi juga keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua.

Ketua KOMPASS, Arnoldus Sedik, dalam sambutannya menegaskan bahwa isu lingkungan Papua merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari masa depan generasi muda Papua.

“Lingkungan Papua bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga titipan untuk generasi yang akan datang. Jika hari ini kita diam, maka generasi berikutnya akan menanggung dampaknya. Melalui seminar ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa generasi muda Papua harus berdiri di garda terdepan menjaga tanah dan alamnya,” ujar Arnoldus Sedik.

Ia menambahkan bahwa KOMPASS berkomitmen menjadikan forum-forum intelektual seperti Seminar Nasional sebagai ruang membangun kesadaran kritis, keberanian bersuara, dan keberpihakan terhadap keadilan ekologis di Papua.

Sementara itu, Bung Irfan Tri Musri Direktur WALHI Lampung yang hadir sebagai pemateri menegaskan bahwa kerusakan lingkungan di Papua merupakan bagian dari persoalan struktural yang terjadi di banyak wilayah Indonesia, namun memiliki dampak yang sangat serius karena posisi ekologis Papua yang strategis.

“Papua adalah salah satu benteng terakhir ekologi Indonesia. Ketika Papua rusak, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh masyarakat adat, tetapi juga oleh bangsa ini secara keseluruhan. Karena itu, perjuangan menjaga lingkungan Papua adalah perjuangan kemanusiaan,” tegas Direktur WALHI Lampung.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memperjuangkan keadilan lingkungan melalui pendekatan kritis, berbasis data, serta berakar pada kearifan lokal masyarakat adat.

Diskusi dalam seminar ini menegaskan bahwa persoalan lingkungan Papua bukan sekadar isu lokal, melainkan isu nasional dan global. Generasi muda Papua didorong untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya memahami persoalan ekologis secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen moral dan keberanian untuk terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan.

Melalui Seminar Nasional ini, KOMPASS meneguhkan komitmennya untuk terus membangun kesadaran ekologis, memperkuat peran generasi muda Papua, serta menjaga alam Papua sebagai sumber kehidupan, identitas, dan masa depan bersama.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60