BERITAOPINI.ID PALI, SUMSEL | Operasi proyek survei Seismik 3D Peony yang dijalankan oleh PT BGP Indonesia di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan, mulai menuai sorotan dari masyarakat setempat. Sejumlah warga di wilayah Ring 1, khususnya di Kecamatan Talang Ubi dan Penukal Utara, mempertanyakan transparansi sistem perekrutan tenaga kerja lokal harian lepas (helper lapangan). Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, warga mengeluhkan adanya indikasi tebang pilih dan dominasi kelompok tertentu dalam pengisian kuota pekerja sektor unskilled labor, seperti tim rintis dan carry crew. Warga berharap rekrutmen dilakukan satu pintu secara terbuka tanpa melibatkan intervensi oknum atau jalur titipan. Jum’at, (7/8/2026).
“Kami yang tinggal di desa lintasan ini berharap bisa ikut bekerja untuk menyambung hidup. Jangan sampai proyeknya lewat di lahan kami, tapi pekerjanya justru didominasi dari kelompok luar desa yang punya jalur khusus,” ujar salah satu perwakilan warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Selain masalah transparansi kuota, isu mengenai standarisasi upah harian agar sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) PALI serta kepastian jaminan perlindungan kerja (BPJS Ketenagakerjaan) juga menjadi perhatian serius yang disuarakan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak awak media tengah melakukan konfirmasi langsung kepada manajemen lapangan dan Humas PT BGP Indonesia, serta berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten PALI guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait mekanisme pengawasan rekrutmen mega proyek hulu migas tersebut.

















