Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TengahKota Tegal

Pemerintah Siapkan Budidaya Ikan Lele – Nila untuk Bahan Baku Program MBG

21
×

Pemerintah Siapkan Budidaya Ikan Lele – Nila untuk Bahan Baku Program MBG

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID TEGAL, JAWA TENGAH | Budi daya perikanan jenis lele dan nila segera digalakan ke masyarakat di desa desa untuk memenuhi kebutuhan program MBG. Program ini sekaligus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kita akan dorong masyarakat makan ikan dua kali seminggu terutama MBG. Dengan adanya SPPG, kita juga bisa memberikan pemahaman bahwa ikan aman dikonsumsi apabila penanganannya dilakukan dengan baik dan memenuhi standar mutu serta keamanan pangan,” kata Direktur Jenderal PDSPKP KKP Yudi Nurul Ihsan usai Bimtek dan Temu Bisnis Penguatan Daya Saing Hasil Budidaya Tematik yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) KKP di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal,  Jawa Tengah, Jumat (6/11).

Dalam program ini, pemerintah menargetkan pembangunan 40.000 kampung/ desa perikanan. Saat ini, sudah lebih dari 1.000 kampung telah dibangun.

Budidaya lele nila di tingkat masyarakat desa tidak hanya mendorong peningkatan produksi. Program ini juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana pascapanen agar hasil budidaya memiliki kepastian penyerapan pasar dan dapat menjangkau konsumen dengan standar mutu yang baik.

Khusus untuk pemenuhan kebutuhan SPPG, jaminan keamanan pangan menjadi perhatian utama. KKP akan memperkuat sertifikasi sejak proses produksi melalui penerapan Cara Pembesaran Ikan yang Baik (CBIB), termasuk memastikan kualitas benih, praktik budidaya, hingga proses penanganan dan pengolahan hasil perikanan.

“Untuk pemenuhan SPPG, akan ada prosedur pengawasan mulai dari pembesaran sampai penanganan dan pengolahan hasil ikan,” tegasnya.

Yudi menjelaskan, pengembangan komoditas lele dan nila disesuaikan dengan preferensi konsumsi masyarakat di masing-masing desa. Identifikasi kebiasaan makan masyarakat menjadi dasar dalam menentukan komoditas yang dibudidayakan agar produksi sesuai dengan kebutuhan pasar.

Program pengembangan budidaya nila dan lele, akan diarahkan menggunakan sistem resirkulasi atau recirculating aquaculture system (RAS).

Teknologi ini memungkinkan penggunaan air secara lebih efisien melalui sistem penyaringan berjenjang, sehingga air dapat digunakan kembali dan limbah budidaya tidak langsung dibuang ke lingkungan.

“Kalau menggunakan sistem ini, air yang digunakan bisa difilter dan dimanfaatkan kembali. Jadi lebih hemat penggunaan air, sementara limbahnya juga tidak terbuang langsung ke alam,” jelasnya.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60