Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TengahKabupaten Demak

Ribuan Wisatawan Padati Puncak Perayaan Tradisi Grebeg Besar Demak 2026

27
×

Ribuan Wisatawan Padati Puncak Perayaan Tradisi Grebeg Besar Demak 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID DEMAK JAWA TENGAH|  Tradisi tahunan Grebeg Besar di Kabupaten Demak kembali diselenggarakan dengan meriah, memadukan nilai religi, kekayaan budaya, serta jejak sejarah penyebaran Islam di Kota Wali. Puncak perayaan yang digelar pada Rabu (27/5/2026) tersebut berhasil menarik antusiasme ribuan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Para pengunjung tampak memadati rute kirab budaya yang melintasi kawasan Pendopo Kabupaten menuju Masjid Agung Demak, dan berakhir di Makam Sunan Kalijaga, Kadilangu.

Prosesi sakral perayaan ini resmi dimulai pada pukul 10.00 WIB yang ditandai dengan pemberangkatan kirab pusaka peninggalan Sunan Kalijaga. Rangkaian acara tahun ini tetap memegang teguh pakem tradisi melalui ritual penjamasan, yang dilaksanakan setelah pihak ahli waris menerima abon-abon dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Pendopo Notobratan. Penyerahan minyak jamas dari Pakubuwono XIV, yang diwakili oleh KGPAA Mangkunegoro (Gusti Purbaya) bersama GKPHA Dipokusumo, diberikan secara langsung kepada HR. Muhammad Cahyo Imam Santoso selaku sesepuh ahli waris Sunan Kalijaga.

Pemerintah Kabupaten Demak menyambut positif pelestarian tradisi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini. “Keberlangsungan tradisi Grebeg Besar ini menjadi bukti kuat komitmen masyarakat dan lintas generasi dalam menjaga peninggalan sejarah serta nilai-nilai luhur budaya Islam di Kabupaten Demak. Kami sangat mengapresiasi sinergi erat bersama Keluarga Kasepuhan Kadilangu yang terus melestarikan warisan berharga ini,” ujar Bupati Demak, Eisti’anah.

Dalam penyelenggaraannya, perayaan tahun ini menonjolkan empat elemen budaya yang menjadi daya tarik utama sekaligus pilar esensial tradisi. Keempat elemen tersebut meliputi iring-iringan Prajurit 40 (Patang Puluhan) yang tampil dengan pakaian adat lengkap sebagai representasi pasukan pengawal keraton masa lampau, serta arak-arakan Tumpeng Songo sebagai lambang penghormatan dan visualisasi dakwah Walisongo. Rangkaian ini juga dilengkapi dengan ritual Jamasan Pusaka guna menyucikan rompi Kiai Gondil (Kutang Ontokusuma) dan keris Kiai Crubuk, serta ditopang oleh kemeriahan Pasar Rakyat Grebeg Besar yang dipusatkan di Zona III Taman Parkir Tembiring Jogo Indah.

Sebagai wilayah yang berada di jalur strategis Pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa, Demak secara konsisten mengoptimalkan potensi wisata religinya. Makam Sunan Kalijaga, bersama dengan Kompleks Masjid Agung Demak dan Makam Raden Fatah, terus menjadi magnet utama pergerakan wisatawan ke daerah tersebut.

Guna memaksimalkan dampak perputaran ekonomi dari sektor pariwisata, penyelenggaraan Pasar Rakyat Grebeg Besar 2026 diperpanjang durasinya, yakni mulai 8 Mei hingga 6 Juni 2026. Kawasan Tembiring Jogo Indah bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif yang menyuguhkan berbagai wahana permainan anak, panggung hiburan masyarakat, stan suvenir kerajinan, hingga ragam festival kuliner khas lokal.

Sebagai informasi, tradisi Grebeg Besar memiliki akar sejarah yang kuat sejak abad ke-15 dan ke-16 Masehi, tepatnya pada era Kesultanan Demak di bawah kepemimpinan Raden Fatah. Esensi kata ‘Grebeg’ yang bermakna digiring atau dikumpulkan bersama ini terus dipertahankan melewati era Kerajaan Pajang hingga Mataram Islam. Hingga kini, ritual kebudayaan tersebut tetap konsisten dilestarikan sebagai wujud manifestasi rasa syukur atas perjuangan syiar agama para leluhur di tanah Jawa.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60