Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60
BeritaHeadlineJawa TengahKabupaten Brebes

Istighosah dan Titian Muhibbah di Ponpes Al Hasaniyah Brebes, Bangun Spirit Dakwah Syekh Jumadil Kubro dan Wali Songo

22
×

Istighosah dan Titian Muhibbah di Ponpes Al Hasaniyah Brebes, Bangun Spirit Dakwah Syekh Jumadil Kubro dan Wali Songo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID BREBES, JAWA TENGAH | Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon, Kabupaten Brebes, pada Ahad malam 9 Agustus 2026. Mereka mengikuti Majlis Istighosah dan Titian Muhibbah Dakwah Syekh Jumadil Kubro dan Wali Songo.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menghidupkan kembali semangat dakwah yang diwariskan para auliya di Nusantara.

Hadir Penasihat Dzuriyah Syekh Jumadil Kubro Se-Asia Tenggara

Majlis tersebut dihadiri Sidi Ibrohim Al Malik, yang dikenal sebagai penasehat keluarga besar dzuriyah Syekh Jumadil Kubro se-Asia Tenggara, Sayid Ibrohim Al Malik, Kehadirannya disambut para ulama, habaib, tokoh masyarakat, dan santri Al Hasaniyah Kedawon.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon menegaskan acara ini bukan sekadar seremonial.

“Ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah majlis yang menyambung hati dan ruh perjuangan dakwah para wali, khususnya Syekh Jumadil Kubro dan Wali Songo,” ujarnya di hadapan jamaah

Dalam mauidzah hasanahnya, pengasuh pesantren menekankan pentingnya meneladani metode dakwah Wali Songo. Islam disebarkan melalui pendekatan budaya, kelembutan, dan keteladanan akhlak, bukan kekerasan.

“Dakwah hari ini harus meneladani para wali: merangkul, bukan memukul; mengajak, bukan memaksa; menyejukkan, bukan memecah,” lanjutnya.

Ia menilai nilai-nilai tersebut relevan di tengah tantangan sosial saat ini. Pesan itu disambut khusyuk oleh para jamaah yang hadir sejak awal acara.

Rangkaian kegiatan diisi pembacaan istighosah, doa bersama, dan tausiyah. Jamaah bersama-sama memanjatkan doa memohon ampunan, keberkahan, dan kemudahan.

 

“Melalui istighosah, kita mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah agar segala kesulitan diangkat dan diganti dengan kemudahan,” ungkap salah satu panitia.

Selain ibadah, majlis ini juga menjadi ajang silaturahmi. Peserta tidak hanya dari Brebes, tetapi juga dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Pengasuh Al Hasaniyah Kedawon berharap majlis serupa dapat dilaksanakan berkelanjutan untuk menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam.

Di akhir acara, jamaah berharap majlis ini menjadi wasilah turunnya rahmat dan memperkuat persatuan umat. Dengan menghidupkan nilai dakwah para wali, diharapkan Islam terus hadir sebagai agama yang membawa kedamaian dan rahmat bagi seluruh alam.

Example 300250 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60