Example floating
Example floating
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60
BeritaJawa TengahKabupaten Kendal

Gelombang Rob Masih Terus Mengancam: Ribuan Warga Kendal Terdampak, Pemkab Siapkan Bantuan Bertahap

441
×

Gelombang Rob Masih Terus Mengancam: Ribuan Warga Kendal Terdampak, Pemkab Siapkan Bantuan Bertahap

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERITAOPINI.ID KENDAL JATENG | Fenomena banjir rob kembali menghantui sejumlah kawasan pesisir di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Jarak permukiman yang dekat dengan pantai, sedimentasi sungai, buruknya saluran pembuangan air, serta penurunan permukaan tanah, menjadi faktor utama yang menyebabkan genangan sulit surut. Sabtu, 5 Juli 2025

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal, Iwan Sulistiyo, menyampaikan kepada awak media bahwa sejak awal tahun 2025, sedikitnya tujuh desa telah mengalami dampak signifikan akibat banjir rob.

“Lonjakan rob mulai terlihat intens sejak pertengahan Mei, bahkan ketinggiannya sempat menyentuh angka 50 hingga 60 sentimeter,” ungkap Iwan di hadapan wartawan, Sabtu (5/7/2025).

Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya adalah Desa Mororejo (Kecamatan Kaliwungu), Kelurahan Banyutowo, Bandengan, Karangsari, Kalibuntu Wetan (Mbirusari), Balok di Kecamatan Kendal, serta Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon. Berdasarkan data BPBD, total ada lebih dari 1.200 kepala keluarga yang terdampak di kawasan tersebut.

“Khusus kejadian rob antara 21 hingga 23 Mei lalu, dampaknya sangat terasa. Meskipun saat ini air sudah mulai surut, gelombang pasang masih terus merambat ke pemukiman,” ujar Iwan.

Selain faktor pasang air laut, penurunan muka tanah atau land subsidence menjadi tantangan serius dalam penanganan rob di Kendal. Iwan menyebutkan bahwa penurunan permukaan tanah mencapai 2 hingga 6 sentimeter per tahun, menjadikan daerah pesisir semakin rentan tergenang saat air pasang.

“Permukaan laut kini lebih tinggi dibanding permukaan tanah di beberapa wilayah, jadi saat air laut surut pun, air tidak bisa mengalir kembali secara maksimal ke laut,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kendal berencana mengusulkan pembatasan penggunaan air tanah, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan penurunan permukaan tanah.

“Kalau eksploitasi air tanah terus dibiarkan, laju penurunan tanah akan semakin cepat. Ini harus ditekan dengan pembatasan yang terukur,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan logistik secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas kepada masyarakat terdampak.

“Penanganan rob ini tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Tapi untuk tahap awal, kita fokus pada distribusi bantuan ke desa-desa terdampak secara masif,” ujar Bupati kepada media.

Ia menambahkan, pemulihan jangka panjang memerlukan sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat, terutama dalam penguatan infrastruktur penanggulangan banjir rob.

Example 300250 Example 468x60 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60