BERITAOPINI.ID PALI, SUMSEL (05/062026) | Sebuah ironi dan tragedi kemanusiaan yang mendalam tengah mencoreng Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Di tengah sorotan publik atas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Wakil Bupati PALI, sebuah peristiwa memilukan terjadi di akar rumput. Seorang pelajar berusia 18 tahun ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri, diduga kuat karena tertekan oleh masalah tunggakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah.
Dua peristiwa ini menghadirkan kontras yang sangat menyakitkan. Di satu sisi, elite politik diduga terjerat pusaran korupsi demi keuntungan pribadi. Di sisi lain, seorang anak bangsa harus kehilangan nyawa akibat keterbatasan ekonomi demi mengakses hak paling mendasar: pendidikan.
Menanggapi situasi kritis ini, Himpunan Mahasiswa PALI (HIMAPALI) menyampaikan duka cita yang mendalam sekaligus melayangkan kritik keras kepada Pemerintah Daerah (Pemda) PALI.
Soroti Anggaran Korupsi dan Beasiswa PALI yang Tak Kunjung Terealisasi
HIMAPALI menilai tragedi ini adalah hantaman keras bagi wajah dunia pendidikan di Kabupaten PALI.
Pemerintah daerah dituntut untuk membuka mata dan menunjukkan keprihatinan yang nyata, bukan sekadar seremonial. Di saat masyarakat menjerit karena beban biaya sekolah, program Beasiswa PALI yang selama ini dijanjikan justru tak kunjung terealisasi dan terkesan hanya menjadi macan kertas.
“Ini adalah tamparan keras bagi Pemda PALI. Sungguh ironis, di saat anggaran daerah diduga mengalir ke kantong-kantong koruptor hingga menyeret Wakil Bupati dalam kasus OTT, ada anak daerah yang harus mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membayar SPP. Kami mendesak Pemda untuk lebih prihatin dan serius membenahi dunia pendidikan. Ke mana realisasi Beasiswa PALI yang selama ini digaungkan? Jangan biarkan nyawa anak-anak kita melayang hanya karena kelalaian pemerintah dalam memenuhi hak pendidikan warganya,” tegas Aki musholah Ketua Umum HIMAPALI.
HIMAPALI Buka Posko Pengaduan: Pelajar, Anda Tidak Sendirian!
Agar tragedi memilukan ini tidak terulang kembali, HIMAPALI berkomitmen untuk bergerak sebagai garda terdepan dalam mengawal isu pendidikan dan memberikan bantuan nyata bagi pelajar yang kesulitan.
HIMAPALI mengimbau kepada seluruh pelajar, mahasiswa, atau orang tua di PALI yang saat ini menghadapi tekanan psikologis, intimidasi pihak sekolah terkait tunggakan, atau kendala biaya pendidikan:
Jangan memendam masalah ini sendirian. Kami siap berdiri bersama kalian. Ke depan, jika ada pelajar atau mahasiswa PALI yang menghadapi situasi serupa, silakan segera menghubungi kanal advokasi HIMAPALI melalui:
HIMAPALI siap memberikan pendampingan berupa:
1. Advokasi ke Pihak Sekolah/Dinas: Menjadi mediator agar pelajar mendapatkan keringanan atau pembebasan biaya tanpa adanya intimidasi.
2. Solidaritas & Solusi Finansial: Mengupayakan bantuan darurat melalui jaringan alumni dan kelembagaan.
3. Ruang Aman (Safe Space): Memberikan pendampingan moral dan mental agar tidak ada lagi pemuda PALI yang merasa putus asa dalam menuntut ilmu.
Pendidikan adalah hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang. HIMAPALI menuntut Pemda PALI segera mencairkan program beasiswa dan menjamin tidak ada lagi anak PALI yang putus sekolah—apalagi kehilangan nyawa—hanya karena masalah biaya.
Mari saling menjaga, karena PALI adalah rumah kita bersama.
Kontak Media: Departemen Hubungan Masyarakat & Advokasi HIMAPALI
Email: [himapalisumsel25@gmail.com]
Telepon/WA: [0813-7445-8501]
Media Sosial: [himapalisumsel.oficial]


















